Tumbuh Lebih Baik dengan The Good Growth Plan

Mengapa Anda menolak datang ke acara simposium Lemhannas? Saya pada dasarnya setuju ada rekonsiliasi. Tapi yang digagas Lemhannas memaksakan kehendak bahwa tentara bersalah dan PKI itu korban. Enggak bisa begitu. Sejarah PKI itu pemberontak. Kalau ingin rekonsiliasi, mereka seharusnya menyamakan persepsi, jangan memaksa.

Lalu Anda membuat simposium tandingan? Jangan disebut simposium tandingan. Karena yang kami rencanakan justru akan mengungkap kebenaran. Kebenaran seperti apa? Agar masyarakat tahu fakta bahwa PKI merupakan bahaya laten. Mereka ini pemberontak. Mana ada orang yang mau makar ke negara sekarang difasilitasi dan negara mau minta maaf. PKI itu sekarang sudah ada di depan.

Tanda-tandanya sudah jelas kelihatan. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu datang dalam acara hari ini. Seberapa besar dukungan dia? Saya sudah beberapa kali bertemu dengan dia untuk membicarakan bagaimana menggalang dukungan untuk merapatkan barisan melawan PKI. Dia pribadi setuju dengan usul simposium yang kami gagas. Bahkan Kementerian Pertahanan akan mendukung acara tersebut. Bisa jadi dalam bentuk biaya juga.

Bagaimana dengan dukungan dari pimpinan TNI? Kami belum pernah bertemu membahas persoalan ini. Tapi saya yakin Panglima TNI akan mendukung apa yang kami lakukan. Kami satu visi dengan dia dalam memberantas PKI. Ada yang menyebut Anda di balik gerakan masyarakat melawan kebangkitan PKI? Jangan ngawur. Siapa saya? Itu hanya reaksi normal di masyarakat.

Masyarakat sudah paham bagaimana kejamnya PKI. Karena itu, mereka mengantisipasi. Wajar juga kalau TNI bergerak karena itu memang tugas mereka. Menjaga keutuhan negara dari bahaya laten komunis. menegaskan, penting bagi Syngenta memastikan teknologi bagi para petani terus berkelanjutan. “Untuk memenuhi kebutuhan warga dunia akan pangan, kita harus bisa meningkatkan produktivitas dengan cara bijak yang tidak perlu lagi menghabiskan lebih banyak lahan dan air,” papar alumnus University of New England, Australia, ini.

Selain bijak dalam pengelolaan lahan, lanjut dia, faktor yang juga harus diperhatikan adalah petani harus memperoleh keuntungan dari hasil bertaninya. “Kurang lebih sekitar 50% penduduk dunia masih memanfaatkan hasil pertanian sebagai mata pencaharian utamanya,” jelas McConville. Karena itu Syngenta menghadirkan teknologi langsung kepada para petani.

Sosialisasinya tak hanya kepada petani berskala besar tetapi juga menjangkau petani kecil. Dengan menyediakan produk, peralatan, dan pelatihan, Syngenta berharap dapat mendongkrak produktivitas petani kecil hingga 50% tanpa menggunakan lebih banyak lahan, air, dan sarana produksi. Contoh Nyata Salah satu petani binaan Syngenta hadir dalam diskusi komoditas padi di forum internasional tersebut. M. Hosin, petani padi asal Lumajang,

Jatim, mengakui, sudah sejak awal dirinya menggunakan produk Syngenta. ”Sekarang sekitar 70% petani padi di Lumajang itu meng gunakan produk Syngenta,” ungkapnya. Menurut Teguh Hadi Sasmito, Agronomis Syngenta di Lumajang, mengatakan, Hosin merupakan salah satu petani yang progresif. “Dia mau belajar dan menerima teknologi baru,” jelasnya. Dia juga termasuk salah satu petani pertama yang mau mengikuti bimbingan Syngenta. Setelah melihat hasil memuaskan, banyak petani yang mengikuti langkahnya. Sejak lulus SMA, orang tua Hosin memberinya lahan seluas 2.000 m2 untuk bertani padi.

Sebelum mendapat pendampingan, hasil panen padinya sekitar 4 ton/ha. “Setelah mendapat pendampingan dari Syngenta dan berbagai program juga bantuan pemerintah, sekarang panen saya bisa mencapai 7-10 ton/ha,” ujarnya dengan mata berbinar. Karena ingin lebih maju, Hosin berani membeli lahan untuk bertani. Kini tanaman padinya seluas 7 ha, yang 5 ha miliknya sendiri dan 2 ha lahan sewaan.

Dengan lahan yang lebih luas, ayah empat putri ini merasakan buah manis dari hasil pertaniannya. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah daftar haji, punya tiga unit motor dan satu unit mobil,” ucapnya bahagia. Selain itu, dia juga berencana membuka kios saprodi yang menyediakan produk seperti pestisida dan pupuk. Sebuah pencapaian positif yang perlu ditiru petani lain.