Ramananta Nayak, Commercial Director PT Trouw Nutrition Indonesia, mengatakan, “Kami fokus pada dua hal, pertama, mengurangi penggunaan fishmeal (tepung ikan) dan mengurangi antibiotik. Dengan teknologi dan solusi yang ada dalam produk kita, kita menganjurkan para peternak dan pembudidaya di akuakultur untuk mengurangi fishmeal dalam diet, bahkan tidak menggunakan sama sekali.

Kedua, kita tidak menggunakan antibiotik, tapi lebih concern ke sustainability.” Dia menambahkan, Trouw mendukung pelanggan dengan produk dan teknologi. Misalnya, Micro Master untuk mengetahui jenis toksin dalam bahan pakan dalam hanya dalam hitungan menit. Pada akuakultur, ada beberapa solusi dan produk antijamur. Shanghai Yingfan Engineering Material Co., Ltd.

Produsen plastik tambak asal Tiongkok ini menyasar semua skala usaha budidaya udang dan garam. Pasar utamanya Indonesia barat, seper ti Pantai Utara Jawa, Sumbawa, dan Seram. “Kita ada rencana mau ke Indonesia timur,” ujar Eko Hartono. Menurut Staf Marketing divisi Jawa Tengah Shanghai Yingfan Engineering Material ini, kesadaran petambak garam untuk menggunakan plastik HDPE cukup tinggi. “Daerah Madura dibuat tambak garam karena hasilnya nggak begitu kotor.

Dulunya cuma tanah dikeringkan, sekarang pakai alas. Hasilnya lebih putih, harga lebih mahal,” ungkapnya. Menggunakan plastik HDPE, petambak tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membersihkan garam sehingga lebih efisien. CJ Feed Jombang Menjawab makin seretnya pasokan tepung ikan (fishmeal) sebagai bahan baku pakan ikan, produsen pakan asal Korea Selatan ini menawarkan Aquatide, yaitu kombinasi corn gluten meal dan bungkil kedelai yang difermentasi dengan probiotik.

“Ini mengandung seperti protein hewani fish meal dan ada probiotik,” ungkap Haris Muhtadi, General Manager Aquafeed PT CJ Feed Jombang. Aquatide bisa mengurangi penggunaan tepung ikan sekitar 30% tanpa menurunkan kualitas pakan ikan dan performa ikan yang dibudidaya. “Kita tidak mengorbankan biaya dan kualitas pakan. Kandungan asam aminonya sama. Dengan Aquatide, ADG (pertambahan bobot harian) dan FCR (konversi pakan) juga sama,” tandasnya.