Trouw mengajak para pelaku usaha untuk menciptakan nilai lebih bersama

Trouw Mengajak Para Pelaku Usaha untuk Menciptakan Nilai Lebih Bersama

Bukan hanya unggas, sapi potong pun punya untuk penggemukan. Terakhir kami kembangkan poultry shop yang sekarang sudah ada 24 toko. Kami ingin punya pasar swala yan peternakan dari A sampai Z,” jabar Dayat panjang lebar. Jatinom terus melebarkan sayap sampai ke otomotif, pupuk organik, pabrik kelapa sawit. Dalam hal pengembangan SDM, Jatinom mengizinkan mahasiswa untuk ma gang hingga mandiri, lalu mendirikan Universitas Islam Blitar (UIB). Fakultas Peternakannya boleh saja kalah dengan universitas ternama. Tapi UIB menang karena mahasiswa bisa praktik langsung sampai mahir berbisnis peternakan. “Saya mencoba mengem bangkan dakwah jamaah dan bis nis. Saya pakai syirkah amanah, bagi hasil. Untung rugi dibagi bareng, te tapi pengelolaan sepenuhnya di tangan kami,” pungkas Dayat. PT Medion Mengapa Medion sukses? “Pertama, kita yakin bahwa yang namanya bisnis itu harus saling menguntungkan. Supa ya untung, orang harus buntung dulu.

Maka Medion pasti mengutamakan customer dulu karena kalau customer maju, kita juga maju,” buka Peter Yan, Wa kil Direktur Pemasaran PT Medion. Sebagai produsen obat hewan dan alat peternakan, pihaknya perlu berinovasi. “Inovasi pada alat, orang, infrastruktur, raw material, proses, sistem komunikasi, alligment-nya. Ada prinsip ESIA: eliminate, simplification, integrated, automatic. E-buanglah segala sesuatu yang tidak berguna. S-bikin simpel, jangan bertele-tele. I-ka lau bisa semua dipadukan (alligment). Aotomatis tanpa disuruh,” beber Peter. Dalam proses produksi, Medion mem berdayakan knowledge and skill karyawan. Setiap hari Sabtu libur, perusahaan mengadakan pelatihan untuk karyawan dan orang lain. Perusahaan juga memberikan pengakuan dan peng hargaan untuk karyawan yang mem berikan ide bagi perusahaan. Dengan begitu, karyawan akan terus mem berikan ide-ide yang bagus. Inovasi mereka juga lahir dari staf R & D yang jumlahnya 20 orang. PT Caprifarmindo Cerita sukses Caprifarmindo, menurut Maryono, pertama adalah ketepatan melihat peluang. Industri peternakan ayam berkembang sangat pesat yang juga diikuti industri obat hewan.

Kalau dulu sangat sedikit, sekarang ratusan pabrik obat sudah berdiri, tetapi pabrik vaksin sangat terbatas. Kedua, ”Kami mengikuti ajaran bahwa jika Anda ingin kaya bertemanlah de ngan orang kaya tapi bukan untuk mengambil uangnya tapi untuk belajar bagaimana bisa kaya. Atas dasar itu ka mi mendaftar teman-teman yang kaya. Akhirnya kami ketemu yang uangnya banyak dan mau berinvestasi ke pa brik vaksin ini,” ujar Kepala Divisi Obat Hewan PT Caprifarmindo. Ketiga, untuk membangun pabrik vaksin butuh banyak ilmu pengetahuan. Jadi, Capri mengangkat banyak ahli dari luar negeri untuk membantu. Capri juga bekerja sama dengan lembaga penelitian dalam negeri dan universitas. “Banyak teman, banyak uang tidak cukup. Harus kerja keras. Nah, saya tidak ikuti teori itu. Anda harus happy setiap sehari. Karena kalau orang happy setiap hari, maka orang itu mampu kerja keras. Happy dulu supaya bisa kerja keras lalu sukses,” tandas Maryono.