Petani padi merasa dirugikan dengan kehadiran hama wereng cokelat. Hama ini dapat menekan pro duksi sangat signifikan. Jika serangan terjadi pada masa vegetatif, maka pa di akan mati. Jika serangan terjadi pada masa generatif, setelah malai keluar, maka padi akan roboh. Petani merana. Namun petani padi tidak perlu galau. PT Mitra Kreasidharma (MKD) memiliki produk-produk yang dapat mematikan hama wereng. “Kami mempunyai produk-produk unggulan untuk membantu para petani mengatasi hama wereng yang banyak menyerang padi milik petani,” kata Iman Dewa Santosa, Marketing Manager PT Mitra Kreasidharma. Produk teranyar yang ditampilkan MKD adalah Provost 75 WP. Insektisida untuk mengatasi wereng cokelat dan penggerek batang ini berbahan aktif propoksur dan dimehipo. “Kalau insektisida tunggal sudah banyak, tapi ini paduan propoksur dan dimehipo. Tren nya kombinasi,” jelasnya saat ditemui pada acara Pekan Peramalan OPT II 2016 di Ba lai Besar Peramalan Organ isme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) di Jatisari, Karawang, Jawa Barat, Rabu (25/5).

Kelas premium

“Provost 75 WP merupakan teknologi yang paling kita andalkan untuk mengatasi hama wereng. Bisa bersaing de ngan kelas-kelas pestisida lainnya, yang premium. Provost ini ada di kelas premi um,” tandas Bambang Hermawan, Mar keting Executive MKD kepada AGRINA, Mei lalu. Menurut Bambang, dosis atau takaran penggunaan Provost ini 25 gram per 14 liter air, satu tangki penyemprotan. Kalau serangan wereng cokelat mulai banyak, penyemprotan dilakukan dari bagian bawah. Tapi kalau serangan masih ringan, penyemprotan dapat dilakukan dari atas. Setiap hektar menghabiskan sekitar 300 gram Provost atau tiga sachet. “Setelah disemprot dengan aplikasi yang tepat, dalam tiga hari, wereng cokelat benar-benar bersih,” lanjut dia. Bandingkan dengan insektisida lain. “Se telah tiga hari disemprot timbul ledakan. Dalam arti, setelah disemprot, telur wereng menetas,” jelas Bambang. Sementara jika menggunakan Provost, telur wereng cokelat tidak menetas sehingga tidak menimbulkan ledakan seperti produk lainnya. Masih menurut Bambang, setelah disemprot, Provost ini masih menempel pada tanaman padi selama 11-14 hari. “Setelah disemprot Provost, ada tindakan preventif terhadap hama wereng. Jadi kalau ada serangan wereng baru, padinya aman. Itulah keunggulan Provost,” ujarnya meyakinkan.

Hasil padi tinggi

Contohnya, menurut Rakim, Assistant Sales Executive MKD, terjadi pada hamparan 10 hektar di Karawang, Jawa Barat. Satu hektar menggunakan Provost. Yang lainnya sudah panen. Mestinya, wereng migrasi ke sawah yang belum panen. Kenyataannya, “Yang terakhir, yang belum dipanen, sama sekali tidak terserang hama wereng,” kata Rakim di Jatisari, Karawang. “Tanaman padi yang disemprot dengan Provost tetap bagus dan kokoh. Walau tanaman padi yang lain sudah dipanen, wereng tidak nyerang tanaman padi yang belum dipanen,” imbuhnya. Karena itulah Provost ini dijuluki dengan senjata pamungkas untuk mengatasi wereng cokelat. “Jadi, kalau sudah mentok, tidak ada lagi produk yang bisa mengatasi wereng cokelat, Provost masuk,” kata Bambang. Jadi, “Provost ini penjaga keamanan lebih dari yang lain,” kata Sholeh AM MKD Wilayah Jawa Barat. “Provost itu penjaga keamanan yang lebih gagah. Jika yang lain tidak mampu lagi, Provost siap masuk. Kami ingin memberikan solusi kepada petani agar bisa mengurangi serangan-serangan (wereng cokelat) sehingga hasil padi yang didapat petani tinggi,” kata Sholeh menambahkan kepada AGRINA.