Petani Untung, Konsumen Senang

Pagi hari, sekitar pukul 06.00 WIB, Menteri Pertanian Amran Sulaiman sudah menyambangi Jalan Sunda di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, untuk berjualan produk pangan dan hortikultura langsung dari petani.

Di sana Mentan Amran ikut melayani masyarakat yang sudah ramai memadati antrean. Memotong Rantai Pasok Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pasar tani murah yang dinamai Toko Tani Indonesia. Toko Tani digelar pemerintah sebagai salah satu wujud kepeduliannya dalam menyediakan produk pangan berkualitas tetapi harganya murah dan terjangkau.

Adanya toko tani ini diharapkan mampu me redam gejolak harga produk-produk hortikultura di pasaran menjelang tibanya bulan Ramadan. “Tujuan utamanya adalah untuk me nekan harga di tingkat konsumen. Kita ingin masyarakat menikmati bulan pua sa dengan harga yang baik,” ujar Men tan saat menggelar Toko Tani Indonesia pa da Car Free Day di Jakarta, Minggu (8/5).

Selain beras kelas premium, komoditas hortikultura yang dipasarkan pada acara tersebut bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah keriting. Stok yang disediakan meliputi beras 100 ton, bawang merah 25 ton, cabai rawit dan cabai merah keriting sebanyak 5 ton. Mentan menjabarkan, harga komoditas yang dijual jauh di bawah pasar. Beras premium dijual dengan harga hanya Rp7.500 per kg, bawang merah dibandrol Rp22 ribu per kg serta cabai rawit dan cabai merah keriting seharga Rp18 ribu per kg.

“Ini bukan sedang operasi pasar. Ini program berkelanjutan, nantinya Toko Tani terus menerus ada setiap hari. Jadi, insya Allah struktur pasar yang baru akan dibentuk sehingga petani dan konsumen tersenyum,” harapnya. Murahnya hasil produk pertanian tersebut lantaran ada pemangkasan rantai pasok yang panjang dari produsen ke kon sumen. “Banyak yang sanksi kita bisa pangkas rantai pasok.

Melalui ini kita buktikan kita berhasil membawa komoditas pangan dari petani langsung ke kon sumen sehingga harganya bisa lebih murah,” tandas Amran. Amran mengaku, mengamati satu tahun lebih harga bawang merah bisa naik berkali lipat di pasar. “Harga bawang merah di lapangan hanya Rp18 ribu, namun di kota bisa mencapai Rp46 ribu, naik 100%,” ujarnya.

Beras yang dijual pada pasar murah ini hanya berselisih Rp1.000-Rp1.500 per kg dari harga jual petani. “Saat ini se dang panen raya, harga Rp5.500-Rp6.000 di tingkat petani, kita jual Rp7.500 sudah untung pedagangnya. Ini premium, tetapi kandungannya tidak berbeda dengan medium,” lanjut Amran