Perusahaan agribisnis terintegrasi, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. meng gelar panen raya jagung dengan para petani yang menjadi mitranya di Desa Tanjung Agung, Kec. Katibung, Kab. Lampung Selatan, Lampung. Panen ra ya ini sebagai bukti komitmen perusahaan dalam mendukung program Kementerian Pertanian untuk menyerap jagung lokal. Menurut Rachmat Indrajaya, program ke mitraan ini terlaksana melalui kerja sama yang baik antara Japfa dengan PT Vasham Kosa Sejahtera, lembaga perantara yang menjadi ujung tombak kemitraan dengan petani.

Program ini juga melibatkan Universitas Negeri Lampung (Unila) untuk pendampingan petani. “Ini bukti keberhasilan kerja sama yang baik antara kalangan perusahaan, aka demisi, dan petani. Masing-masing pihak ber kontribusi untuk saling melengkapi. Vasham menjadi pihak yang mendampingi petani serta memastikan kualitas pro duk jagung sesuai dengan standar pabrik pakan,” ujar Direktur External Relations Japfa itu di Lampung, Kamis (16/2).

Mentan Apresiasi Japfa dan Vasham

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang hadir saat panen raya pada lahan seluas 160 ha itu mengapresiasi kerja sama Japfa dan Vasham karena telah mem bangun sistem terintegrasi dalam men dukung pemenuhan kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak. Sebelum nya, Mentan berkesempatan meninjau pabrik pengering jagung (corn dryer) berkapasitas 400 ton/hari dan gudang penyimpanan berkapasitas 24 ribu ton milik Vasham yang berlokasi di Desa Campang Tiga, Kec. Sidomulyo, Kab. Lampung Selatan. Dryer itu mampu memproses jagung dengan kadar air hingga 40%.

Mentan menilai positif kinerja Vasham yang mau menerima jagung petani berkadar air tinggi, sekitar 32% dengan harga kompetitif sebesar Rp3.700/kg. Selama ini, ungkap Mentan, jagung petani sulit diterima pabrik lantaran kadar air yang tinggi. “Hal ini luar biasa karena Japfa dan Vasham membuat solusi permanen untuk jagung. Jadi ada processing untuk jagung basah,” jelasnya. Selama ini industri pakan menuntut kadar air jagung yang diserap sebesar 15%. Adrian Irvan Kolonas, CEO Vasham menje laskan, tidak semua petani mampu memenuhi permintaan pabrik pakan sebab pengeringannya mengandalkan sinar ma tahari.

Kerja bareng ini membangun jem batan untuk menutup celah antara pe ta ni dan industri yang ada. Irvan mengutarakan, fasilitas corn dryer yang dibangun pada pertengahan 2016 itu mulai beroperasi awal 2017. “Saat membangun dryer, Vasham ber komit men menyerap jagung meskipun kadar air nya tinggi. Semua petani tahu kadar air 40% ditolak di seluruh pabrik tapi di te rima di kami,” tandas lulusan Political Science University of Southern California itu. Mentan berharap pola kemitraan ini bi sa dicontoh perusahaan lainnya.

Lebih lanjut ia meminta pengusaha dan petani bersinergi untuk mengembangkan pro duksi jagung sehingga keuntungan peng usaha dan kesejahteraan petani meningkat. Desianto Budi Utomo, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang turut hadir pada panen raya ja gung menyatakan, kejadian panen raya kali ini cukup langka. “Biasanya GPMT diundang untuk menghadiri panen raya.Ta pi sekarang GPMT mengundang Pak Men teri untuk panen raya,“ ucapnya bangga.