Pemerintah Menjadikan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata

Pemerintah Menjadikan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata

Indonesia pemasok nila terbesar kedua di AS setelah Tiongkok. Tapi dalam bentuk fillet beku, tonase Indonesia mengungguli Tongkok dan kualitasnya termasuk premium. Di pasar AS itu, STP mengorbitkan brand Toba Tilapia untuk produk fillet bekunya. Di dalam negeri fillet ini sudah digunakan oleh salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia untuk menggantikan produk impor. Memenuhi Standar Nasional dan Internasional Belakangan budidaya ikan di KJA Danau Toba menjadi sorotan setelah terbit Perpres 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari wisata Danau Toba. Terbitnya Perpres tersebut bisa berdampak pada keberadaan usaha budidaya ikan menggunakan KJA yang sudah banyak tumbuh di sana. Melalui Rachmat Indrajaya, Director External Relation Japfa, STP menyatakan menyambut baik rencana pemerintah menjadikan Danau Toba destinasi wisata unggulan dan berharap pem bangunan infrastruktur di sana akan semakin baik.

Demikian pula upa ya-upaya terhadap kelestarian lingkungan hidup semakin meningkat. Perusahaan ini meyakini, budidaya perikanan yang ramah lingkungan akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata Danau Toba, dan STP siap untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program pariwisata pemerintah. “Dalam melakukan budidaya tilapia di Danau Toba, STP telah mendapat pengakuan dari KKP dengan menda patkan sertifikat Budidaya yang Baik dengan nilai Excellent(Sangat Bagus). Selain itu, kami juga telah mendapat pengakuan atas cara budidaya kami yang ramah lingkungan dari ASC (Aqua culture Stewardship Council, yang didirikan oleh WWF dan IDH), BAP (Best Aquaculture Practice) dan Monterey Bay Aquarium Seafood Watch,” paparnya.

Menurut Rachmat, menjaga kualitas air Danau Toba adalah tanggungjawab semua pihak, baik masyarakat maupun perusahaan yang berada di Danau Toba dan sekitarnya. Pasalnya, kualitas air danau tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan di Danau Toba itu sendiri, tapi juga sangat tergantung kualitas air yang mengalir dan bermuara di Danau Toba. Sejauh ini STP telah banyak menjalankan program kerja untuk menjaga kualitas perairan Danau Toba karena semua yang baik untuk lingkungan juga baik untuk ikan, dan semua yang baik untuk ikan adalah baik untuk perusahaan. Dalam program kerjanya, lan jut dia, STP banyak mengadopsi teknologi budidaya ikan salmon dari Nor wegia yang sudah terkenal maju dan ramah lingkungan.