Meminimalisir Perlemakan Hati dan Penggunaan Antibiotik

Meminimalisir Perlemakan Hati dan Penggunaan Antibiotik

Koperasi Agro Niaga Jabung Dari koperasi simpan pinjam petani tebu, lalu menjadi koperasi sapi perah dan tebu. Pernah menjalani masa kelam dengan menanggung utang jutaan rupiah karena mismanajemen hingga puncaknya sang manajer bunuh diri. “Koperasi ini berdiri 37 tahun lalu. Ketika berubah menjadi koperasi sapi perah sejak 1989 beranggota 100 petani. Produksi susu 4.000 liter sehari. Lalu dengan sedikit ‘nakal’, kami bisa mendapat bantuan 400 ekor sapi dari pe merintah. Ini kami kembangkan hingga sekarang menjadi 8.500-9.000 ekor,” ungkap Eva Marliyanti, Manajer KAN Jabung. Koperasi mempunyai pilar yang tidak boleh ditawar siapapun, yaitu partisipasi anggota, organisasi yang kuat, dan usaha yang sehat. “Kegiatannya ada tiga, yaitu: 1. Menghimpun sumber daya, yang kami sebut variabel kemakmuran.

Sebelumnya anggota tak punya aset, sekarang Rp90 miliar; 2. Organisasi yang kuat dengan good cooperative governance; 3. Memisahkan pengurus dari manajemen koperasi,” urai wanita Bandung lulusan S1 Pertanian dan S2 Manajemen ini. Menurut Eva, perubahan signifikan terjadi pada koperasi sejak 2001 dengan bantuan Kanada yang melatih manajemen dan SDM. Lalu ada perubahan bisnis inti dari tebu ke sapi perah. Kini anggotanya 1.944 peternak dan 109 petani tebu. Produksi susu 44 ton sehari. Kami menjual susu ke IPS Nestle dan Indolakto. Produksi tebu 90 ribu ton dari luasan 1.000 ha. Selama ini kami hanya menerima harga dari IPS. “Cita-cita ke depan, kami bisa menentukan harga susu kami sendiri.

Kami ingin berubah dari price taker menjadi price maker,” tutup Eva. CV Jatinom Indah Bermula dari peternakan ayam petelur milik H. Marmin Siswojo di desa termiskin di Kecamatan Jatinom, Blitar, Jatim. “Kami masuk ke bisnis sejak 1990 karena dikenalkan sejak masih SD. Sekarang populasi di tempat kami 17 juta – 18 juta ekor ayam. Semua pabrik pakan ‘bertempur’ (untuk mendapat omzet) di tempat kami. Namun pihaknya bertahan dengan self mixing (me ramu pakan sendiri),” tutur Hidayaturrahman, salah satu anak Pak Sis. Saat ini Jatinom menyediakan bahan baku pakan ternak, konsultasi, melaku kan budidaya ayam, menjual kandang termasuk close house, rumah potong unggas, melakukan pembibitan ayam ras, ayam kampung, bebek, dan mulai ke kalkun.