“Jika keluarga bahagia, maka itu kebahagiaan saya.”

“Jika keluarga bahagia, maka itu kebahagiaan saya.”

Tentu ini membutuhkan biaya cukup besar. Namun, Jason menilai, dengan memenuhi kebutuhan udang akan menghasilkan biaya produksi terbaik daripada sekadar berhemat. “Akhirnya, menjaga dengan hati akan efektif (dalam kesuksesan budidaya). Ini yang saya katakan, hewan yang sehat bisa menjamin bisnis yang sehat,” tegasnya. Berbagai Posisi Keahlian Jason menuntunnya merintis karir di Purina, perusahaan pakan kewan kesayangan multinasional berbasis di Amerika sekitar 11 tahun. Berawal sebagai salesman yang memegang teguh sikap jujur dalam berbisnis dan senang membantu, karir pun mulai menanjak. “Saya memegang filosofi jujur dalam kehidupan, termasuk kepada hewan. Jika saya memperlakukan hewan secara tidak jujur, mereka akan menderita,”serunya. Selanjutnya, pria kelahiran 28 Mei 1963 itu bergabung dengan Cargill selama 16 tahun. “Berdasarkan pengalaman bekerja selama 27 tahun di Purina dan Cargill, mendukung saya menjadi seorang General Manager dan sekitar beberapa tahun sebagai marketing,” ungkapnya.

Selama di Cargill, Jason aktif berkecimpung dengan ruminansia, ayam, babi, dan akuakultur, seperti ikan mas, patin, dan udang. “Tapi secara keseluruhan, pengalaman yang paling banyak di ruminansia sekitar 15 tahun dan akuakultur sekitar 7 tahun, bukan sebagai teknisi tapi sebagai businessman,” urai pria yang juga belajar Bahasa Indonesia ini. Kemudian pada Juni 2014 Jason bergabung dengan DSM sebagai General Manager dan kini meraih kursi Direktur. Paling Berharga Kasih sayang melimpah juga Jason curahkan kepada keluarga. Ayah dua anak ini percaya, hal yang paling berharga dalam hidup adalah keluarga. “Jika keluarga bahagia, maka itu kebahagiaan saya. Saya bekerja untuk itu,” ucapnya sungguh-sungguh. Saat ini dia hidup terpisah dengan kedua buah hati yang masing-masing bekerja di Korea dan kuliah di Amerika.

Namun, mereka sempat rekreasi bersama ke Yogyakarta dan Malang, Jatim. “Saya traveling dengan keluarga menggunakan kereta. Kami pergi bersama ke Yogyakarta dan Gunung Bromo. Itu perjalanan yang sangat menyenangkan,” katanya mengingat masa liburan bersama keluarga tercinta. Pria yang pernah bermukim di India itu sangat terkesan dengan Yogyakarta karena memiliki banyak warisan sejarah dan cagar budaya, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, makanannya enak, dan penduduknya ramah.

Mengagumi kecantikan Indonesia, Jason pun berencana traveling ke seluruh pelosok Nusantara. “Ada sangat banyak tempat yang menarik di sini. Saya pernah ke Medan, beberapa kali ke Bali, dan Yogyakarta. Saya juga pergi ke Bandung, Makassar, Kalimantan, banyak area. Saya suka Indonesia. Saya punya mimpi untuk berkunjung ke seluruh daerah itu,” sambut pria yang gemar mendaki gunung saat masih muda ini panjang-lebar. Selama tinggal di Indonesia, Jason mengakui tidak kesulitan mengonsumsi makanan Indonesia. “Saya suka semua masakan Indonesia. Ada rasa pedas, berbumbu, tidak pedas, dan ada banyak kemiripan antara masakan Korea dengan Indonesia, seperti sop buntut,” beber pria yang kini lebih memilih jalan kaki daripada mendaki gunung ini sambil tertawa.