Jason Park Menjalani Penuh Cinta

Jason Park Menjalani Penuh Cinta

Tiga dekade bukanlah waktu yang pendek untuk membuk tikan kecintaan pada bidang yang digeluti sehari-hari. Dan Jason Park bahagia melakoni pekerjaan di bidang industri hewan, khususnya pakan dan nutrisi yang menemani sepanjang 30 tahun terakhir kehidupan profesionalnya. “Saya memulai karir dengan menjadi salesman, jadi saya tahu semua tentang budidaya sapi perah, sapi potong, babi, ayam, hingga akuakultur. Semua pengalaman itu sangat berharga,” papar pria yang kini menjabat sebagai Direktur PT DSM Nutritional Manufacturing Indonesia sambil tersenyum hangat. Apa lagi yang kurang ketika kehidupan profesional telah berjalan sesuai keinginan? Perlakukan dengan Cinta Jason, begitu sapaan akrabnya, sangat menyukai hewan. “Secara profesional, saya tidak akan bisa hidup tanpa hewan. Ini takdir saya,” ungkap pria berusia 53 tahun ini terang-terangan kepada AGRINA.

Menurut Jason, perasaan itu muncul secara alami dari dalam diri. Kecintaannya pada hewan membuat lelaki asal negeri gingseng ini memilih jurusan animal science (ilmu pengetahuan tentang hewan) semasa kuliah strata satu di Seoul National University, Korea Selatan. Bahkan, dunia hewan yang telah mendarah daging ini menuntun Jason menggeluti industri hewan ternak untuk perjalanan karirnya. “Hampir tiga dekade di seluruh kehidupan profesional saya dilengkapi dengan animal,” imbuh Master of Business Administration jebolan Helsinki School of Economics, Finlandia itu. Sejak bergabung dengan DSM tiga tahun lalu, Jason bersama istri tercinta menetap di Indonesia ditemani seekor anjing. “Saya pelihara anjing lebih dari 25 tahun. Sekarang, saya punya anjing berumur sekitar 17 tahunan,” katanya dengan ceria. Jason menjelaskan, anjingnya saat ini seperti manusia berumur 100 tahun. “Satu tahun umur anjing sama seperti 7 tahun kehidupan manusia. Jadi, 17 tahun umur anjing berarti 100 tahun umur manusia,” ulasnya.

Anjing bisa berumur panjang artinya berbicara tentang manajemen pemeliharaan hewan. Dia menjelaskan, “Kita perlu pakan yang tepat, progam pakan yang tepat, perlakuan yang tepat dengan cinta agar hewan menjadi sehat dan juga kenyamanan yang melimpah sehingga mereka bisa bertahan lebih lama.” Sekalipun pada hewan bernilai ekonomi seperti ikan, udang, ayam, dan ruminansia, sambungnya, kita perlu memenuhi kebutuhan dan memelihara dengan cinta. Perawatan disertai kasih sayang mendalam akan membuat ternak atau hewan kesayang an lebih sehat. “Hewan yang lebih sehat akan tumbuh baik, bisa menghasilkan daging, susu, telur yang bekualitas lebih baik,” ucap pria ramah itu. Sayangnya kebanyakan peternak atau pembudidaya tidak terlalu memberi perhatian pada kesejahteraan hewan. Pada budidaya udang, kesejahteraan hewan contohnya berapa banyak padat tebar per meter2 dan bagaimana kualitas air, lingkungan budidaya, serta program pakan.