Categories
Default

Imunisasi Jagung Bikin Untung

Masa pancaroba mengakibatkan kondisi lembap kering pada sekitar pertanaman jagung. Kondisi ini, terang Darmawan Sandi Susilo, akan mendukung perkembangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). “Jadi, hama akan lebih meningkat perkem bangannya. Hama pengisap daun dan ulat akan semakin cepat siklus reproduksinya,” kata Marketing Communication Manager PT Bina Guna Kimia itu kepada AGRINA.

Sejak Awal

Sampai Generatif Menurut Darmawan, OPT jagung mulai muncul sejak awal pertumbuhan sampai masa generatif. “Hama pengisap atau lalat bibit dan penyakit bulai juga awalnya ter – bawa oleh benih dan tinggal dalam tanah. Sedangkan ulat penggerek tongkol akan mulai menyerang saat generatif,” paparnya lebih lanjut. Hama pengisap jagung yang berasal dari larva pemilik nama latin Atherigona sp. bisa menyebabkan kegagalan panen sekitar 20%. Hama penggerek tongkol bernama ilmiah Helicoverpa armigera membuat petani kehilangan panen jagung sebanyak 30%. “Penggerek tongkol menghilangkan hasil 30%-an karena mengurangi jumlah bulir dan mengurangi pemben tukan tongkol,” terang dia.

Sedangkan, penyakit bulai yang disebabkan cendawan Pero nosclerospora maydis mengakibatkan gagal panen total alias kehilangan hasil 100%. “Bulai ada yang endemik dan ada yang terbawa benih. Jadi tergantung benih dan tanah,” ulas pria asal Magelang, Jawa Tengah itu. OPT terutama hama pada fase vegetatif (awal pertumbuhan), Darmawan menjelaskan, dapat dicegah keha dirannya dengan menggunakan pestisida perlakuan benih. P e n g g u n a a n fung isida dan insektisida akan m e m p e r c e p a t pengendalian OPT yang sudah melebihi ambang batas. Khusus untuk hama, sambung pria kelahiran 28 Februari 1976 itu, bisa meng gunakan Marshal 25DS dengan dosis 5 g/kg benih.

“Marshal 25DS digunakan di benih sebagai imunisasi untuk memperkuat daya tahan tubuh tanaman. Jika perlindung an awal bagus, maka pertumbuhan selanjutnya bagus, tinggal melindungi fase generatif,” dia menambahkan. Marshal 25DS merupakan insektisida sistemik perlakuan benih yang bisa melindungi tanaman jagung dari serangan hama lalat bibit, semut hitam, orongorong, belalang, dan jangkrik. Menghadapi musim pancaroba dan penghujan, Darmawan menekankan petani untuk memperhatikan imunisasi benih. “Penggunaan imunisasi benih atau pestisida perlakuan benih akan mengurangi serangan OPT di awal pertanaman yang mengakibatkan pengurangan biaya pengendalian OPT lebih lanjut. Perlindungan selama masa vegetatif dan generatif akan menjaga hasil panen pada kondisi optimal,” rangkumnya.