Harga Daging Sapi Cenderung Sedang Turun Sekarang

Melihat beberapa pertimbangan keputusan yang janggal tersebut, Joni meng ungkap, 32 perusahaan terlapor melakukan upaya banding ke Pengadilan Negeri, sebab pihaknya ingin ke adilan benar-benar ditegakkan. Dari se luruh 32 perusahaan terlapor, se banyak 4 perusahaan bukan merupakan anggota Gapuspindo.

Dasar Keputusan KPPU Ketua KPPU, Syarkawi Rauf memberi penekanan, lemahnya kebijakan pemerintah menjadi pintu masuk pelaku usaha melakukan kegiatan kartel. Ia menilai, kebijakan pengurangan kuota impor ini tidak dibarengi upaya pemerintah untuk menutup pengurangan kuota itu dengan pertumbuhan populasi sapi lokal sehingga terjadi ke langka an sapi di dalam negeri.

“Jabodetabek mengambil porsi 70% konsumsi daging sapi nasional,” ujarnya dalam jumpa pers akhir April silam. Ia mencoba memaparkan data pada 2012 harga daging sapi naik dari sekitar Rp45 ribu per kg dan membubung sampai lebih dari Rp100 ribu per kg, yang dampaknya sampai sekarang. “Dan kebijakan ini mau diulangi Kementerian Pertanian dengan mengurangi kuota impor sapi bakalan dari 750 ribu ekor jadi 350 ribu400 ribu ekor pada 2017,” tukasnya.

Padahal, lanjut dia, tahun lalu harga daging sapi sudah luar biasa, tembus Rp140 ribu per kg. Selain itu, Rumah Potong Hewan (RPH) ternyata tidak memotong sapi lokal dan sangat tergantung ketersediaan sapi impor. “Sekitar seminggu setelah lebaran, pedagang sempat berhenti menjual daging sapi karena harga terlalu tinggi dan tidak terserap di pasaran.

Daripada jualan nggak laku, mending berhenti,” ujarnya. Harga Menjelang Lebaran Di tempat terpisah, Hafid Wahyu, Ketua Dewan Gapuspindo menilai keinginan pemerintah untuk menurunkan harga daging menjelang lebaran di ba wah Rp100 ribu per kg agak sulit. Ia menuturkan dengan mekanisme pasar kemungkinannya besar masih di atas Rp100 ribu per kg karena harga sapi bobot hidup saja sudah Rp47 ribu per kg.

“Kalau di angka itu dengan perhi tungan karkas 50 %. Artinya itu Rp47 ri bu dikali dua, jadi harganya Rp94 ri bu per kg karkas. Ditambah biaya Rp20 ribu per kg, untuk karkas menjadi daging Rp114 ribu. Ini merupakan mo dal saja. Belum lagi, pedagang minta keuntungan mulai dari Rp5.000 – Rp25 ribu per kg totalnya bisa Rp140 ri bu per kg seperti tahun kemarin,” ja barnya. Karena itu Hafid menyarankan peme rintah untuk memasukkan daging beku saja.

Jangan sampai pelaku indus trisapi potong menjadi kambing hi tam terus. Padahal, dalam menja lankan usaha sapi potong sesuai regulasi pemerintah mulai dari kuota, jadwal impor dan lain-lain. “Bicara nasional ki ta cuma suplai 20 % kebutuhan nasional dengan area terbatas seperti Jabodetabek, Jabar, dan sedikit Sumatra Utara. Sehingga sulit untuk monopoli harga dan menjadi kartel,” cetusnya.