Danau Terbesar di Indonesia Juga Tempat Berproduksi Nila

Danau Terbesar di Indonesia Juga Tempat Berproduksi Nila

Minimumkan Dampak Lingkungan Upaya STP antara lain dengan pemberian pakan yang optimal dan terukur dengan menggunakan mesin penebar pakan produksi Kanada. Pemberian pakan dapat dilakukan secara le bih akurat dan pakan dapat dipastikan habis termakan ikan dalam waktu cepat. Ini untuk menghindari proses pencucian. Bahkan di bagian luar jaring juga dilapisi agar mencegah polusi pakan lolos ke dalam danau. STP juga menggunakan Lift-up System yang menjadi standar budidaya salmon di dunia. Alat Lift-up system ini berfungsi untuk menyedot ikan mati dan kotoran lainnya dari dasar keramba sehingga tidak mengontaminasi danau. Kotoran tersebut kemudian diolah menjadi pupuk organik oleh kelom pok petani setempat yang telah dilatih. “Selain modifikasi dalam aspek pemberian pakan, STP terus melakukan penelitian guna memproduksi pakan dengan kadar fosfor yang semakin rendah.

Hal tersebut dapat dimung kinkan karena STP merupakan perusahaan yang terintegrasi sejak produksi pakan ikan, pembibitan, budidaya, hingga pengolahan,” ulas Rachmat. Untuk semakin menurunkan penggunaan fosfor, STP menggandeng KKP dan perusahaan genetik dari Norwegia yang merupakan konsultan WorldFish pada proyek Genetic Improvement of Farmed Tilapia (GIFT) guna mendapatkan induk berkualitas yang makin efisien pakannya sehingga dampak lingkungan semakin minim. Komitmen STP terhadap ling kungan tidak hanya sebatas tersebut. Perusahaan ini juga terus melakukan pe mantauan kualitas air, baik oleh internal laboratorium STP sendiri, laboratorium in dependen, maupun kerjasa ma dengan LIPI.

Selain mengantongi izin sesuai peraturan yang berlaku, keberadaan KJA STP di Danau Toba telah sesuai Per aturan Presiden No. 81/2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Se kitarnya, yaitu berada di Zona A4, dan sejalan dengan Per aturan Daerah Kabupaten Simalungun No. 10/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sima lungun tahun 2011- 2031. STP telah menanamkan investasi yang besar di Kabupaten Simalungun berupa KJA, unit pembenihan dan pabrik pengolah an ikan karena sejak awal STP ber komitmen jangka panjang. “Walaupun bisnis usaha tilapia kami ini masih be lum menghasilkan keuntungan, akan tetapi komitmen kami atas investasi ka mi di Simalungun tidak berkurang. Dan menjaga lingkungan Danau Toba bukanlah pilihan, karena itu adalah ba gian yang tidak terpisahkan dari operasional kami sendiri,” tandas Rachmat.